Kamis, 07 Januari 2010

INDUSTRI HULU MIGAS BERTEKAD TINGKATKAN PENGGUNAAN ALAT BERAT NASIONAL

BANDUNG – Industri hulu minyak dan gas bumi bertekad meningkatkan penggunaan alat transportasi dan alat berat produksi nasional. Hal ini dimaksudkan agar industri hulu migas dapat menjadi lokomotif penggerak industri tersebut.
“Di masa yang akan datang, kita perlu mengembangkan kegunaan transportasi udara dan alat berat nasional yang digunakan untuk mendukung operasional industri migas di nusantara, agar sektor tersebut ikut maju,", kata Deputi Operasi BPMIGAS, Eddy Purwanto saat membuka rapat kerja BPMIGAS-KKKS -DEPHUB-DEPPERIN-PT.DI di Bandung, Rabu (27/5).
Kontribusi migas untuk APBN tahun 2008 dan tahun-tahun sebelumnya cukup tinggi, sekitar 30 persen. Namun demikian industri hulu migas berupaya meningkatkan kontribusi lebih bagi rakyat dan Negara, dengan cara meningkatkan penggunaan local content.
Khusus transportasi udara, sektor ini sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional kegiatan usaha hulu migas, utamanya di daerah operasi yang tidak dapat dijangkau oleh jalan darat. Ada dua jenis transportasi udara yang dapat digunakan dalam kegiatan industri hulu migas yakni, fixed wing dan rotary wing yang dipakai sesuai dengan kegunaan dan jarak daerah yang akan ditempuh.
Fixed wing atau lebih dikenal sebagai small airplane, diterbangkan untuk pertukaran personnel (crew change) sedangkan rotary wing atau helicopter lebih digunakan untuk ke daerah operasi yang pendaratannya lebih suli dijangkau.
Mengingat fungsinya, penerbangan dan transportasi udara nasional masih memiliki peluang luas di sektor industri hulu migas, karena banyak daerah operasi Kontraktor KKS yang membutuhkan fasilitas transportasi udara untuk membantu proses keja mereka.***

http://migasnet03suyono751.blogspot.com/2009/06/industri-hulu-migas-bertekad-tingkatkan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar